11 December 2016

Pengertian Shalat Sunat Rawatib Dan Shalat Sunat Idain

Advertisement
Pada garis besarnya shalat terbagi dua yaitu shalat fardu dan shalat sunat, shalat fardu wajib di kerjakan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat dan rukunnya, apabila shalat fardu kita tinggalkan kita akan berdosa dan mendapat siksaan dari Allah SWT. Berbeda dengan shalat sunat, shalat sunat adalah shalat yang apabila kita kerjakan kita akan mendapat pahala dari Allah SWT dan apabila tidak kita kerjakan kita di pandang tidak mengikuti jejak Rasulullah SAW, yang menjadi uswatun hasanah teladan bagi kita.

Shalat Sunat Rawatib Dan Shalat Sunat Idain
Shalat Sunat Rawatib Dan Shalat Sunat Idain
Shalat sunat itu bermacam-macam, seperti shalat rawatib, idain, tahajjud, tarawih, witir dan duha.
Shalat sunat dalam kedudukannya terbagi dua yaitu shalat sunat muakad dan shalat sunat ghair muaakad. Shalat sunat muakad adalah shalat sunat yang di utamakan atau di kuatkan karena tidak pernah ditinggalkan rasulallah sepanjang hayatnya, seperti shalat rawatib muakad, idain (idul fitri dan idul adha), tahajud dan witir. Shalat sunat ghair muaqqad adalah shalat sunat yang suka dilakukan rasulallah SAW tetapi kadang-kadang pula tidak beliau lakukan, seperti shalat rawatib ghair muaqqad , shalat duha dan tahiyyatul masjid.

Pengertian Shalat Sunat Rawatib

Shalat sunat rawatib adalah shalat sunat penyerta shalat fardu yang lima waktu, yang di lakukan sesudah atau sebelum shalat lima waktu, yang dilakukan sebelum shalat fardu di sebut shalat rawatib qabliyah, sedangkan sesudah shalat fardu di sebut shalat rawatib ba’diyah. Shalat sunat rawatib di kerjakan dengan mufarid atau sendiri. Tata cara shalatnya sama seperti shalat fardu yang beda hanya niatnya.

 Macam Dan Waktu Shalat Sunat Rawatib

 Shalat sunat rawatib dapat di golongkan menjadi dua bagian, yaitu shalat sunat rawatuib muaqad dan shalat sunat rawatib ghair muaqqad.

Shalat sunat rawatib muaqqad adalah shalat sunat penyerta shalat fardu yang di utamakan dan di kuatkan nilai sunatnya oleh Rasulallah SAW, dan tidak pernah beliau tinggalkan selama hidupnya . waktu yang termasuk shalat sunat rawatib muaqqad adalah dua rakaat setelah magrib, dua rakaad setelah isya, dua rakaat sebelum subuh, dua rakaat sebelum zuhur, dan dua rakaat sesudah zuhur. Jumlah seluruhnya sepuluh rakaat.

Shalat sunat rawatib ghair muaqqad yaitu shalat sunat penyerta shalat fardu yang di anjurkan oleh Rasulallah SAW  tetapi tidak di kuatkan. Artinya bagi mereka yang ada luang waktu dapat melakukannya, waktu pelaksanaanya adalah dua rakaat sebelum magrib, dua rakaat sebelum zuhur, dan empat rakaat sebelum asyar.

Shalat Sunat Idain 

Shalat sunat idain adalah shalat sunat yang di laksanakan pada dua hari raya. Seperti di ketahui dalam islam ada dua hari raya yaitu hari raya idul fitri setiap tanggal 1bulan syawal dan hari raya idul adha pada setiap tanggal 10 zulhijah.

Pada ke dua hari raya itu kita di sunatkan shalat, masing-masing dua rakaat secara berjemaah, di lanjutkan dengan kotbah hari raya yang di sampaikan oleh khatib. Hukum shalat hari raya adalah sunat mu’aqad, pertama kali Rasulullah SAW melaksanakan shalat sunat idain pada tahun ke 2 hijriah yang waktunya sesudah terbit matahari sampai tergelincir matahari. Waktu hari raya haji lebih pagi dari pada shalat hari raya idul fitri karena di teruskan dengan penyemblihan hewan kurban.

Tempat shalat hari raya sesuai contoh Rasulallah SAW di tempat yang luas seperti di lapangan. Kaum muslimin laki-laki dan perempuan baik penduduk tetap maupun sedang perjalanan tua muda anak kecilpun diharapkan untuk berkumpul dalam melaksanakan shalat idain. Kalau ada hujan atau angin kencang shalat idain di harapkan di laksanakan di dalam masjid. Terasa benar syiar umat islam ketika shalat idain di laksanakan di lapangan di lapangan terbuka karena banyak jemaah yang hadir.

Baca juga: Shalat Jum'at Dan Ketentuan Kutbah Jum'at

Tuntunan Shalat Sunat Idain
  1. Berjema’ah
  2. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan 5x pada rakaat ke dua
  3. Mengangkat tangan setinggi bahu pada saat takbir.
  4. Membaca tasbih di antara takbir
  5. Sesudah membaca Al-Fatiha pada rakaat pertama terus membaca surat qaf dan pada rakaat yang kedua membaca surat Al-Qamar atau Suarat Al-A’la .
  6. Bacaan di keraskan oleh iman.
  7. Sebelum shalat idain di mulai  di sunatkan mandi dan berhias dengan memakai pakai pakaian yang terbaik kepunyaan sendiri.
  8. Di sunatkan makan terlebih dahulu pada hari raya idul fitri.dan tidak makan terlebih dahulu pada hari raya idul adha.
  9. Jalan yang dilalui pergi dan pulang di sunatkan berbeda.
  10. Pada kedua hari raya disunatkan takbir di luar shalat.
Author Profile

About Taufiqurrahman

0 Komentar Pengertian Shalat Sunat Rawatib Dan Shalat Sunat Idain

Post a Comment

Back To Top