07 January 2017

Kisah Teladan Zaid Bin Tsabit

Advertisement
Sebenarnya nama lengkap Zaid bin Tsabit adalah Abu Zaid bin Sulhak Al Khozroji. Beliau lahir di kota Yatsrib pada tahun 11 sebelum hijrah. Ayahnya meninggal ketika berusia 6 tahun, pada peristiwa perang antara suku Aus dan Khazraj 5 tahun sebelum Hijrah, ia sudah masuk islam ketika masih kanak-kanak, bahkan ketika nabi hijrah masuk ke kotanya itu ia ikut menyambut dengan gembira bahkan ikut menyajikan makanan masakan ibunya.

Kisah Teladan Zaid Bin Tsabit
Kisah Teladan Zaid Bin Tsabit

kisah teladan Zaid bin Ttsabit Saat perang Badar berlangsung, Zaid bin Tsabit baru berumur 13 tahun, sehingga belum di izinkan ikut berperang oleh nabi, malah di anjurkan untuk belajar untuk memperdalami ilmu pengetahuan, waktu perang Uhud pun belum juga di izinkan, baru pada saat perang Kehandak (usia 15 tahun) ia di izinkan karena nabi mengetahui karena Zaid bin Tsabit anak yang cerdas dan sangat kuat menghafal sebagaimana yang di laporkan ibunya. Di samping cerdas, kuat ingatannya, juga mahir berbahasa Yahudi dan bahas Suryani.

Kisah Teladan Zaid Bin Tsabit

Paman Nabi Ibnu Abbas sangat menghormati keulamaan Zaid bin Tsabit, beliau berkata:Rasul bersabda pada saat menyerahkan panji-panji Bani Najjar pada perang Tabuk: Ajaran Al-Quran seharusnya di dahulukan dan Zaid adalah orang yang paling banyak mengambil ajaran dari Al-Qur’an.

Rasullullah SAW juga bersabda: orang yang paling ahli faraid adalah Zaid. Sahabat Qabisah berkata: sesungguhnya Zaid adalah ahli dalam bidang peradilan, fatwa hukum, qiraat dan faraid di kota mekkah.

Saat perang yamamah terjadi banyak penghafal Al-Qur’an yang gugur di medan perang , maka Umar bin Khatab menyampaikan usul kepada kalifah Abu Bakar Ash Shidik untuk menghimpun dan menuliskan Al-Qur’an agar ada jaminan keamanan akan keberadaan Al-Qur’an, tujuan yang sangat mulia itu di bebankan kepada Zaid bin Tsabit untuk memimpin pelaksanaanya. Tugas yang sangat mulia itu di terima dengan ucapan: Demi Allah andaikata mereka menugaskanku untuk memindahkan gunung dari tempatnya, tentu lebih mudah bagiku melakukannya dari pada menyusun Al-Qur’an.

Oleh karena alasan tersebut maka dalam pelaksanaan penulisan Al-Qur’an beliau melaksanakannya dengan sangat teliti dengan tidak lupa mengecek satu persatu mengenai kebenarannya dengan bekerja sama antara para sahabat-sahabat yang ahli dalam penghafalan Al-Qur’an.

Tugas Zaid Bin Tsabit

Tugas tersebut berlanjut sampai pada masa Khalifah Utsman bin Affan, kemudian hasilnya di sebar luaskan kebeberapa penjuru dunia islam dengan tidak lupa menyimpan mushaf induk. Begutu besar tugas yang telah di persembahkan seorang sahabat nabi, dapat kita bayangkan bagaimana jadinya bila Zaid bin Tsabit gagal dalam melaksanakan tugas yang suci dan mulia tersebut. Kita umat islam sedunia benar benar berhutang budi kepada beliau dan tiada lain ucapan kita, subhannallah wal hamdulillah serta doa radiallahuanhu. Amin.

Nah itulah kisah teladan Zaid bin Tsabit yang dapat caramuslim.com uraikan dalam kesempatan ini. semoga bermanfaat.

Baca juga:

Author Profile

About Taufiqurrahman

0 Komentar Kisah Teladan Zaid Bin Tsabit

Post a Comment

Back To Top