22 November 2016

Pengumpulan Al-Qur’an Pada Masa Abu Bakar, Khalifah Umar Bin Khatab Dan Usman Bin Affan

Advertisement
Pengumpulan Al-Qur’an Pada Masa Abu Bakar

Setelah wafatnya nabi Muhammad SAW, Abu Bakar di pilih sebagai pengganti rosul, pada masa kekhalifahanya, Abu Bakar menghadapi beberapa persoalan yang berat, pertama kali beliau menghadapi dengan peristiwa Yamamah, yaitu peperangan melawan pengikut Musailamah Al Kadzab, hal ini jelas memprihatinkan kaum muslim karena akibat dari peperangan itu banyak penghafal Al-Qur’an yang meninggal, Di antaranya Zaid Ibnu Khatab yaitu saudara Umar Bin Khatab, selain itu juga syahid sekitar 700 hafiz lainya, persoalan inilah yang kemudian mendapat perhatian serius dari Umar Bin Khatab beliau khawatir Al-Qur’an akan berangsur-angsur hilang karena wafatnya para penghafal tersebut.Umar mendesak agar segera melakukan penghimpunan Al-Qur’an.

pengumpulan alquran pada masa abu bakar

Abu Bakar menginstruksikan agar tim selektif dalam mnerima naskah Al-Qur’an yang dibawa para sahabat yang memenuhi dua syarat:

a. Harus sesuai dengan hafalan sahabat lain.
b. Tulisan tersebut benar-benar di tulis atas perintah Rasul dan di lakukan di hadapan beliau.

Pendapat lain mengemukakan di samping menggunakan hafalan juga menggunakan dua sumber lain yang di tulis pada masa rasul di hadapan beliau dan di hafal di kalangan sahabat, kecermatannya juga di tunjukan oleh sikapnya yang tidak mau menerima tulisan kecuali ada dua orang saksi bahwa tulissan ini di tulis di hadapan rasulullah SAW.

Pengumpulan Al-Qur’an Pada Masa Khalifah Umar Bin Khatab

Umar Bin Khatab menjabat sebagai khalifah berdasarkan wasiat Abu Bakar sebelum Wafat, wasiat itu dilaksanakan dengan baik oleh kaun muslimin setelah ia wafat, Khalifah Umar Bin Khatab menyimpan shuhuf yang di tulis pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar dalam keadaan utuh seperti semula

Pada masa Umar Bin Khatab tidak banyak usaha yang dilakukan dalam rangka pemeliharaan Al-Qur’an, karena tidak ada permasalahan mendasar dan di lain sisi Al-Qur’an juga sudah di susun dalam shuhuf seperti yang di lakukan pada masa Abu Bakar, tugas Umar selanjutnya hanya menyimpan tulisan Al-Qur’an itu dengan baik. Setelah Umar Bin Khatab wafat, shuhuf tulisan tersebut di simpan oleh Hafsah dengan pertimbangan bahwa istri Rasulullah SAW dan putri khalifah Umar Bin Khatab pandai membaca dan menulis.

Baca juga: Nabi Dan Rasul Penerima Kitab-Kitab Allah SWT

Al-Qur’an pada masa Usman Bin Affan

Daerah kekuasaan islam pada masa Usman Bin Affan telah meluas dan berpencar di berbagai daerah dan kota. Di setiap daerah telah tersebar para Qurra’ yang mengajar Al-Qur’an seperti penduduk Kuffah mengikuti bacaan Abdullah Ibnu Masud dan sebagian lagi mengikuti bacaan Abu Musa. Di antara mereka terdapat perbedaan tentang bunyi huruf dan bacaan, masalah ini menimbulkan masalah pertikaian dan perpecahan antara sesama.

Atas dasar peristiwa itu lah Usman berpendapat bahwa Al-Qur’an harus di tulis kembali sebelum menimbulkan masalah yang lebih besar lagi. Kemudian beliau mengumpulkan para pakar untuk membahas bagaimana membahas masalah tersebut. Mereka akhirnya sepakat meminjam shuhuf yang ada di tangan hafsah untuk di tulis kembali. Menurut riwayat lembaga ini telah menyalin lima mushaf, kemudian di kirim ke daerah pemerintahan pusat pemerintahan di antaranya Mekkah, Syam , Yaman, Bahrain, Bashrah dan Kufah, dan satu lagi di simpan di Madinah.

Usman mengembalikan lembaran-lembaran asli itu kepada Hasfah. Dengan usaha tersebut Usman telah berhasil menghindari timbulnya fitnah dan mengikis sumber perselisihan serta menjaga dan mengumpulkan Al-Qur’an dari penambahan dan penyimpangan sepanjang zaman.
Author Profile

About Taufiqurrahman

0 Komentar Pengumpulan Al-Qur’an Pada Masa Abu Bakar, Khalifah Umar Bin Khatab Dan Usman Bin Affan

Post a Comment

Back To Top