28 December 2016

Hadits Tentang Menyayangi Anak Yatim

Advertisement
Anak yatim yang belum baligh atau berakal atau dewasa yang ayahnya meninggal dunia, sedangkan piatu adalah anak yang belum dewasa yang ibunya meninggal dunia. Yatim piatu adalah anak-anak yang ayah dan ibunya sudah meninggal saat mereka di bawah umur atau dewasa.

نَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ ، أَوْ كَهَذِهِ مِنْ هَذِهِ ” . شَكَّ سُفْيَانُ فِي الْوُسْطَى وَالَّتِي تَلِي الإِبْهَامَ

Artinya: “Aku bersama orang yang menanggung atau memelihara anak yatim di surga seperti dua jari ini atau seperti ini dari jari-jari ini.” Sufyan bimbang mengenai jari tengah dan jari telunjuk.”
Hadits Tentang Menyayangi Anak Yatim
Hadits Tentang Menyayangi Anak Yatim
Isi Pokok Kandungan Hadits

Agama islam mendidik dan mengajarkan pengikut-pengikut supaya memberikan bantuan, mendidik, bahkan mengangkat anak yatim menjadi anak didiknya. Menjadikan dan menempatkan/piatu kedalam rumahnya, memperlakukan dan mendidik seperti anak kandungnya.

Allah SWT mengingatkan kaum mukmin agar tidak memaksa dan menghardik anak yatim dan juga tidak boleh membentak peminta-minta. Firman Allah dalam surat Ad-Dhuha ayat 1 sampai ayat 11:

َالضُّحَىٰ﴿١﴾وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ﴿٢﴾مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ﴿٣﴾وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ﴿٤﴾وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ﴿٥﴾أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰوَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ﴿٧﴾وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ﴿٨﴾فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ﴿٩﴾وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ﴿١٠﴾وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Artinya: Demi waktu matahari sepenggalahan naik. Dan demi malam apabila telah sunyi. Rabbmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada permulaan. Dan kelak pasti Rabbmu memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan lalu Dia memberikan kecukupan? Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang!Dan terhadap orang yang minta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya! Dan terhadap nikmat Rabbmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Dalam surat Al-Ma’un ayat 1-7 Allah SWT menyuruh kita untuk merenung tentang orang yang dinilai telah menjadi pendusta agama.yang artinya : adakah engkau ketahui orang, yang mendustakan (agama), maka demikian itu ialah orang yang mengusir anak yatim, dan tiadalah menyuruh memberi makan orang miskin.

Kita wajib menyayangi dan membantu anak yatim , mereka anak-anak mukmin yang harus di sayangi dan di hormati.firman Allah dalam surat Al-Hirj ayat 88:

َا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.

Sebagai seorang muslim,hendaknya kita menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Sebagian dari harta kita merupakan hak dari anak yatim. Selain itu kita diwajibkan untuk mengasihi anak yatim dan mengasuhnya dengan baik. Jika kita mempunyai kemampuan untuk itu kenapa kita tidak melakukannya,karena hal tersebut akan mendatangkan banyak keutamaan atau pahala dalam hidup kita. Inilah cara memperoleh pahala dan keutamaan menyantuni anak yatim piatu.

Junjungan kita Nabi Muhammad SAW menilai orang peduli dan memprlakukan anak yatim dengan baik. Akan berada di Jannah Rosul kekasih Allah SWT bagaikan dekatnya telunjuk dengan jari tengah. Semoga orang yang selalu mengasihi anak yatim akan di mudahkan rezeki dan letakkan di surganya nanti. Amin.
Author Profile

About Taufiqurrahman

2 Komentar Hadits Tentang Menyayangi Anak Yatim

Back To Top